Jumat, 18 Oktober 2013

Tugas Softskill Minggu Kedua

Sistem Informasi Yang Berhubungan Dengan Ekonomi
Latar Belakang Perkembangan Perangkat Lunak Akuntansi
Perangkat lunak akuntansi disebut juga dengan software akuntansi merupakan perangkat lunak yang dirancang untuk memudahkan aktivitas dan pencatatan akuntansi dengan memanfaatkan konsep modularitas atas serangkaian aktivitas yang serupa ke dalam modul-modul spesifik seperti pembelian (account payable), penjualan (account receivable), penggajian, buku besar, dan lain-lain. Perangkat lunak ini biasanya dikembangkan sendiri oleh perusahaan, atau dibeli dari pihak ke tiga yang menyediakannya, atau dapat pula merupakan kombinasi dari keduanya. Karena hal tersebut  kompleksitas dan kapabilitas, perangkat lunak akuntansi menjadi sangat beragam bergantung pada perusahaan yang akan menggunakannya. Ada banyak perangkat lunak akuntansi baik buatan lokal maupun luar negeri dengan berbagai fitur yang disediakan seperti: multi user, multi company, beerbagai bahasa, database, multi cabang, multi currency, dan Modul AR, AP, GL, Stock, Payroll.

Pada prinsipnya perangkat lunak akuntansi ditujukan untuk memudahkan kita dalam menghasilkan laporan akuntansi keuangan, di antaranya adalah
neraca, laporan laba-rugi, laporan perubahan posisi keuangan, dan laporan akhir keuangan. Untuk dapat menghasilkan laporan tersebut adalah menyusun perkiraan atau buku besar. Yang mana setiap buku besar memiliki kode dan nama serta memiliki pos-pos yang jelas dalam posisi laporan keuangan, seperti buku besar untuk neraca, rugi laba, biaya operasional, dan manufaktur.

Dengan perangkat lunak akuntansi, pemilik perusahaan ataupun seorang akuntan dapat menerbitkan laporan-laporan yang dibutuhkan dengan waktu yang sangat cepat. Bila dibandingkan dengan cara manual, perangkat lunak akuntansi bisa menghemat waktu. Untuk
laporan keuangan, laporan laba-rugi, dan neraca  dengan cara manual membutuhkan waktu kurang lebih satu minggu, sedangkan jika menggunakan perangkat lunak akuntansi setiap transaksi baik itu penjualan, pembelian, produksi barang jadi atau setengah jadi, stok opname, pengeluaran biaya dan pendapatan akan otomatis terjurnal. Sehingga laporan keuangan dan berbagai macam laporan lain yang mendukung dalam aktivitas perusahaan dapat dihasilkan dengan cepat dan tepat.

Perangkat lunak-perangkat lunak akuntansi tersebut sebagian besar tidak gratis. Harganya berkisar puluhan ribu sampai ratusan juta rupiah. Contoh perangkat lunak akuntansi berbayar yang a
ntara lain: MYOB atau SAP, Zahir Accounting, Accurate yang merupakan produk perangkat lunak aplikasi akuntansi keuangan berbahasa Indonesia yang berkualitas, mudah digunakan dan berdaya tinggi. Namun tidak sedikit juga software yang bisa didownload secara gratis dengan fitur yang tidak kalah dengan program akuntansi berbayar, misalnya TurboCash yang dirilis secara gratis sejak 2003 (GNU).

Berikut ini penjelasan contoh perangkat lunak akuntansi berbayar:
1.MYOB merupakan kependekan dari Mind Your Own Business. Program aplikasi komputer yang di gunakan sebagai aplikasi otomatis pembukuan yang mudah dan mampu menampilkan laporan keuangan secara lengkap, cepat dan akurat. Perangkat lunak akuntansi ini di buat oleh MYOB Limited Australia dan sudah dipakai di berbagai Negara, baik di Eropa, Amerika, Kanada, dan Asia. Myob Limited merekomendasikan MYOB Accounting dapat di terapkan pada 105 jenis perusahaan seperti jenis perusahaan bidang jasa, dagang maupun industri, dan pertanian serta usaha-usaha yang lain. Sehingga dapat di komputerisasikan pada proses akuntansi bisnis dengan menggunakan Accounting Plus. MYOB mempunyai berbagai keunggulan di bandingkan dengan software sejenis.

2.SAP merupakan kependekan dari Software Akuntansi Pos. Perangkat lunak akuntansi ini untuk para pengusaha retail/dagang. Kegunaan dari perangkat lunak akuntansi SAP adalah sebagai software kasir yang dirancang khusus dengan menonjolkan kemudahan dalam pengoperasiannya sekaligus mengoptimalkan efisiensi dan efektifitas pekerjaan anda.

3.Zahir Accounting adalah suatu software accounting terbaik di Indonesia yang penuh inovasi, fleksibel, berfasilitas lengkap dan berdaya guna tinggi. Software ini berbasiskan Windows 98/2000/NT/XP/Vista. Perintah-perintah didalam software ini menggunakan bahasa Indonesia karena memang software ini dibuat untuk kebutuhan usaha di Indonesia, Oleh karena itu, mudah digunakan dan berbeda dengan software akuntansi lainnya. 

4.Accurate yang merupakan perangkat lunak aplikasi akuntansi dengan modul Account Payable, Account Receivable, Inventory, dan General Ledger yang terintegrasi. Dalam versi Standard, kami memberikan 2 (dua) license. Artinya, 2 user/client bisa menginput ke dalam 1 (satu) database dalam waktu yang bersamaan. Ada banyak fitur yang tersedia di Accurate antaraa lain:

-Pajak masukan di modul pembelian (Purchase order dan Purchase Invoice)

-Harga satuan yang termasuk pajak (Inclusive Tax) di semua form yang ada hubungan dengan pajak (PPN).

-Template untuk semua form dengan designer yang lebih mudah dan field-field yang lebih lengkap

-Ongkos kirim (Freight) untuk modul pembelian dan penjualan

-Sepuluh buah custom field yang tersedia di semua form yang berhubungan dengan item.

-Perhitungan komisi Saleman yang lebih lengkap.

-Penambahan modul Rekonsiliasi Bank.

Berikut ini penjelasan contoh perangkat lunak akuntansi tidak berbayar/gratis beserta kegunaanya:
1.TurboCash yang dirilis secara gratis sejak 2003 (GNU). TurboCash merupakan perangkat lunak aplikasi akuntansi keuangan berbahasa Indonesia yang berkualitas, mudah digunakan, berdaya tinggi, dan gratis dengan fitur yang tidak kalah dengan program akuntansi berbayar.

Referensi
http://id.wikipedia.org/wiki/ perangkat_lunak_akuntansi
Marshall  Romney and Steinbart John Paul Steinbart, Accounting Informastion System,9th ed Salemba Empat, Jakarta.
Hall A James, Accounting Informastion System,4th ed, South Western Publishing Co.
Bodnar George H. And William S. Hopwood, Sistem Informasi Akuntansi, 9th ed Andi, Yogyakarta.

Kamis, 26 September 2013

Tugas Softskill Minggu Pertama

TUGAG 1
A.Definisi Sistem Informasi Akuntansi
Sistem adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan lainnya yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Biasanya dibuat untuk menangani sesuatu yang berulang kali atau yang secara rutin terjadi.

Informasi adalah data yang berguna yang diolah sehingga dapat dijadikan sebagai dasar untuk mengambil keputusan yang tepat. Karakteristik informasi yang realible harus memenuhi syarat relevan, tepat waktu, akurat dan lengkap.

Sistem Informasi Akuntansi adalah kerangka pengkoordinasian sumber daya (data, materials, equipment, suppliers, personal, and funds) untuk mengkonversi input berupa data ekonomik menjadi keluaran berupa infromasi keuangan yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan suatu entitas dan menyediakan informasi akuntansi bagi pihak-pihak yang berkepentingan (Wilkinson).

Sistem Informasi Akuntansi adalah subsistem khusus dari sistem informasi manajemen yang tujuannya adalah menghimpun, memproses, dan melaporkan informasi yang berkaitan dengan transaksi keuangan (Gelinas, Orans, dan Wiggins).

Sistem Informasi Akuntansi adalah sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermafaat untuk merencanakan, mengendalikan, dan mengoperasikan bisnis ( wikipedia).

Sistem Informasi Akuntansi adalah Suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi finansial dan pengambilan keputusan yang relevan bagi pihak luar perusahaan dan pihak ekstern (Marshall B. Romney and Paul John Steinbart).

Sistem Informasi Akuntansi adalah sistem yang mengumpulkan dan memproses data transaksi serta menyajikan informasi keuangan kepada pihak-pihak yang berkepentingan (Kieso).

Berdasarkan kesimpulan diatas Sistem Informasi Akuntansi adalah gabungan dari beberapa komponen tertentu yang berinteraksi untuk mengolah data-data keuangan suatu perusahaan menjadi informasi keuangan yang kompleks yang dapat digunakan untuk mengetahui posisi perusahaan keuangan.

B.Alasan mempelajari desain dan manajemen SIA:
Secara umum:
1.      Semua informasi di bidang akuntansi dipakai untuk mengambil keputusan, sehingga SIA efektif dan penting bagi keberhasilan  jangka panjang organisasi manapun.
2.      Mempelajari SIA adalah hal penting dalam akuntansi untuk:
·         Pemakaian informasi di dalam pengambilan keputusan.
·         Sifat, desain, pemakaian dan implementasi SIA.
·         Pelaporan informasi keuangan.
3.      Bermanfaat  untuk perancangan, penggunaan  dan implementasi sistem laporan keuangan untuk menambah keahlian didalam merancang sebuah sistem, sehingga dari keahlian tersebut diharapkan seperti:
·         Mengakses dan menganalisa suatu perusahaan melalui laporan keuangan.
·         Membantu merancang dan menyusun SIA secara efektif dan efisien.
·         Mengakses database untuk keperluan standar audit/pemeriksaan.
·         Melakukan komunikasi dengan menggunakan teknologi informasi terkini.
4.      SIA merupakan komponen kunci dalam setiap proses mengembangkan usaha melalui pembuatan laporan dengan melakukan penilaian kinerja usaha (corporate revaluation), mampu memenuhi kebutuhan informasi yang ditunjukkan kepada pihak extern (calon investo/kreditor seperti bank, lessor) dann kepada pihak intern seperti para manager, pemilik maupun karyawan. Dengan adanya revolusi teknologi informasi menyebabkan sia sangat berperan didalam melakukan efisiensi dan efektifitas pengelolaan usaha.
5.      Matakuliah SIA melengkapi matakuliah sistem lainnya.
Secara khusus:
Karena informasi sangat dibutuhkan dalam pengambilan keputusan. SIA digunakan untuk melakukan kontrol terhadap seluruh aset yang dimiliki organisasi tersebut. Menyiapkan data-data keuangan dan non keuangan untuk menjadi informasi yang akurat guna pengambilan keputusan.

C.Peran yang di mainkan oleh SIA dalam rantai nilai (VALUE CHAIN)
Pada umumnya organisasi bertujuan menyediakan nilai untuk pelanggan. Hal tersebut membutuhkan pelaksanaan berbagai kegiatan yang berbeda-beda, dan dapat dikonseptualisasikan dalam bentuk rantai nilai (value chain).
Rantai nilai organisasi terdiri dari lima aktivitas utama (primary activities) yang secara langsung memberikan nilai kepada para pelanggannya, yaitu:
1.      Inbound logistics terdiri dari penerimaan, penyimpanan, dan distribusi bahan-bahan masukan yang digunakan oleh organisasi untuk menghasilkan produk dan jasa yang dijualnya.
2.      Operasi (operations) adalah aktivitas-aktivitas yang mengubah masukan menjadi jasa atau produk yang sudah jadi.
3.      Outbond logistics adalah aktivitas-aktivitas yang melibatkan distribusi produk yang sudah jadi ke para pelanggan.
4.      Pemasaran dan penjualan mengarah pada aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan membantu para pelanggan untuk membeli jasa atau produk yang dihasilkan organisasi.
5.      Pelayanan (service) memberikan dukungan pelayanan purna jual kepada para pelanggan.

Organisasi juga melaksanakan berbagai aktivitas pendukung (support activities) yang memungkinkan kelima aktivitas utama tersebut dilaksanakan secara efisien dan efektif. Aktivitas-aktivitas pendukung tersebut dapat dikelompokkan menjadi empat kategori, yaitu:
1.      Infrastruktur perusahaan mengarah pada aktivitas-aktivitas akuntansi, keuangan, hukum, dan administrasi umum yang penting bagi sebuah organisasi untuk beroperasi. SIA adalah bagian dari infrastruktur perusahaan.
2.      Sumber daya manusia melibatkan aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan perekrutan, pengontrakan, pelatihan, dan pemberian kompensasi dan keuntungan bagi pegawai.
3.      Teknologi merupakan aktivitas yang meningkatkan produk atau jasa. Contoh: penelitian dan pengembangan, investasi dalam teknologi informasi yang baru, pengembangan Website, dan desain produk.
4.      Pembelian (purchasing) termasuk seluruh aktivitas yang melibatkan perolehan bahan mentah, suplai, mesin, dan bangunan yang digunakan untuk melaksanakan aktivitas-aktivitas utama.

Ingat bahwa sistem sering terdiri dari subsistem. Jadi, tiap tahap dalam rantai nilai organisasi adalah sebuah sistem yang terdiri dari satu kumpulan berbagai aktivitas. Organisasi berinteraksi dengan para pemasok, distributor, dan pelanggan.
Model rantai nilai menunjukkan bahwa SIA adalah aktivitas pendukung. Jadi SIA dapat menambah nilai bagi organisasi dengan cara memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu, agar kelima aktivitas utama rantai nilai dapat dilaksanakan dengan lebih efektif dan efisien. SIA yang dirancang dengan baik dapat melakukan hal ini dengan cara:
1.      Memperbaiki kualitas dan mengurangi biaya untuk menghasilkan produk atau jasa.
2.      Memperbaiki efisiensi.
3.      Memperbaiki pengambilan keputusan.
4.       Berbagi pengetahuan.

D.Kesimpulan
Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem Infromasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi.

E.Referensi
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_akuntansi
Marshall  Romney and Steinbart John Paul Steinbart, Accounting Informastion System,9th ed Salemba Empat, Jakarta.
Hall A James, Accounting Informastion System,4th ed, South Western Publishing Co.
Bodnar George H. And William S. Hopwood, Sistem Informasi Akuntansi, 9th ed Andi, Yogyakarta.

TUGAG 2
A.SIA sebagai Proses Bisnis
Sistem akuntansi yang diterapkan dalam perusahaan besar sangat kompleks. Kompleksitas sistem tersebut disebabkan oleh kekhususan dari sistem yang dirancang untuk suatu organisasi bisnis sebagai akibat dari adanya perbedaan kebutuhan akan informasi oleh manajer, bentuk dan jalan transaksi laporan keuangan. Sistem akuntansi terdiri atas dokumen bukti transaksi, alat-alat pencatatan, laporan dan prosedur yang digunakan perusahaan untuk mencatat transaksi-transaksi serta melaporkan hasilnya. Operasi suatu sistem akuntansi meliputi tiga tahapan:
1.      Harus mengenal dokumen bukti transaksi yang digunakan oleh perusahaan, baik mengenai jumlah fisik mupun jumlah rupiahnya, serta data penting lainnya yang berkaitan dengan transaksi perusahaan.
2.      Harus mengelompokkan dan mencatat data yang tercantum dalam dokumen bukti transaksi kedalam catatan-catatan akuntansi.
3.      Harus meringkas informasi yang tercantum dalam catatan-catatan akuntansi menjadi laporan-laporan untuk manajemen dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.
Proses bisnis adalah serangkaian atau sekumpulan aktifitas yang dirancang untuk menyelesaikan tujuan strategik sebuah organisasi, seperti pelanggan dan pasar (Hollander, Denna, dan Cherrington). Proses bisnis primer melibatkan aktivitas yang secara langsung menambah nilai bagi produk perusahaan. Proses bisnis pendukung melibatkan aktivitas yang tidak secara langsung menambah nilai produk.

Menurut Sparx System, proses bisnis memiliki beberapa karakteristik antara lain:
1.      Memiliki tujuan
2.      Memiliki input tertentu
3.      Memiliki output tertentu
4.      Menggunakan sumberdaya
5.      Memiliki sejumlah aktifitas yang dilakukan dalam suatu urutan
6.      Dapat mempengaruhi lebih dari satu unit organisasional.
7.      Menciptakan suatu nilai untuk konsumen. Pelanggan dapat berupa internal atau eksternal.

Lebih lanjut lagi, definisi di atas menegaskan akan pentingnya aspek bagaimana cara sebuah produk dikerjakan dalam organisasi, bertolakbelakang dengan fokus yang menekankan pada aspek apa produk yang dikeluarkan. Proses bisnis dijelaskan secara terinci dalam bentuk aktivitas tertentu yang disebut peristiwa (event). Seluruh peristiwa terdiri dari aktivitas-aktivitas yang lebih rinci lagi, yang dapat berupa bagian dari proses operasi, proses informasi, dan proses manajemen.
1.      Proses operasi merupakan rangkaian peristiwa operasional dalam rangka menyediakan barang dan jasa kepada pelanggan. Peristiwa semacam pemasaran barang, penerimaan order, pengiriman barang, dan pembayaran adalah contoh berbagai peristiwa yang termasuk dalam proses bisnis operasi penjualan.
2.      Proses informasi mencakup tiga aktifitas utama: pencatatan data atas transaksi operasi, pemeliharaan data referensi yang penting atas kumpulan operasional tersebut, dan pelaporan informasi yang berguna pada manajemen – dan sistem informasi akuntansi merupakan representasi proses informasi.
3.      Proses manajemen menggunakan input dari proses operasi dan proses informasi untuk pengambilan keputusan dan kebijakan sebagai outputnya.

Pada era teknologi informasi akuntan manajemen sangat berperan sebagai analis bisnis, yang mampu memberikan rekomendasi/konsultasi pengelolaan apa yang perlu dilakukan organisasi. Akuntan manajemen pula yang menyiapkan accounting trace, audit trail dan sistem pengendalian intern di dalam sistem aplikasi (Idat).

Beberapa hal yang mencerminkan dibutuhkannya kapabilitas seorang akuntan yang menguasai teknologi informasi antara lain:
1.      Dibutuhkannya kemampuan audit komputer dan konsultasi dalam pengembangan sistem informasi.
2.      Dalam dunia perbankan otomasi proses akuntansi merupakan sistem perbankan inti, yang proses desainnya membutuhkan kualifikasi akuntansi, terutama untuk penyusunan financial modeling dan pembentukan Chart of Account (Darwin).
3.      Peran akuntan mulai mengarah lebih ke aspek desain konseptual terhadap penerapan konsep akuntansi di bidang database, arsitektur informasi, dan e-Business.
4.      Integrasi dengan e-Business meningkatkan fokus kepada kebutuhan analisis pengendalian internal atas operasi perusahaan.

B.Fungsi yang di laksanakan oleh SIA
Fungsi yang di laksanakan oleh SIA,antara lain:
1.      Mengumpulkan dan menyimpan data mengenai kegiatan bisnis organisasi secara efisien dan efektif.
·         Menangkap data transaksi pada dokumen-dokumen sumber.

·         Mencatat data transaksi kedalam jurnal-jurnal, dimana catatan tersebut dibuat secara kronologis dari apa yang telah terjadi.

·         Posting data dari jurnal-jurnal ke buku besar, yang menyingkat data dengan jenis rekening.
2.      Menyediakan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan bagi manajemen.
Dalam sistem manual, informasi ini disediakan dalam bentuk laporan kedalam dua kategori utama:
·         Laporan keuangan

·         Laporan manajerial
3.      Menyediakan pengendalian internal yang memadai (cukup).
·         Memastikan bahwa informasi yang dihasilkan oleh sistem adalah handal dan dapat dipercaya.
·         Memastikan bahwa aktivitas bisnis yang dilakukan efisien dan sesuai dengan tujuan manajemen.
·         Mengamankan (menjaga) kekayaan organisasi/perusahaan, termasuk data.

C.Jenis-jenis informasi yang di sediakan SIA
Jenis-jenis informasi yang di sediakan SIA ada dua, yaitu:
1.Informasi akuntansi keuangan (berbentuk laporan keuangan yang ditunjukkan kepada pihak external).
2.Informasi akuntansi manajemen (berfungsi bagi manajemen untuk mengambil keputusan).

D.Tujuan pengendalian internal SIA
Pengendalian internal SIA merupakan bagian integral dari sistem informasi akuntansi yang merupakan suatu proses yang dijalankan untuk dewan komisaris, manajemen, dan personil lain dalam perusahaan. Adapun kriteria dari pengendalian internal yaitu :
1.Keandalan  pelaporan keuangan.
2.Efektivitas dan efisiensi operasi.
3.Keputusan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.
Dengan menetapkan dan menerapkan pengendalian internal, Maka perusahaan mampu mencapai tujuan dan meminimalkan resiko. Sebagai hasil dari ditetapkannya pengendalian internal dalam sistem informasi akuntansi adalah dihasilkannya akuntansi yang berkualitas dan dapat diaudit.

Sistem pengendalian internal adalah suatu perencanaan yang meliputi struktur organisasi dan semua metode dan alat-alat yang dikoordinasikan yang digunakan di dalam perusahaan dengan tujun menjaga keamanan harta milik perusahaan, memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi, mendorong efisiensi, dan membantu mendorong dipatuhi kebijakan manajemen yang telah ditetapkan.

Dari definisi di atas dapat kita lihat bahwa tujuan pengendalian internal SIA yaitu:
1.Menjaga kekayaan organisasi
2.Memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi
3.Mendorong efisiensi.

E.Kesimpulan
Pada era teknologi informasi SIA sangat berperan sebagai proses bisnis, yang mampu memberikan rekomendasi/konsultasi pengelolaan apa yang perlu dilakukan organisasi.

F.Referensi
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_akuntansi
Marshall  Romney and Steinbart John Paul Steinbart, Accounting Informastion System,9th ed Salemba Empat, Jakarta.
Hall A James, Accounting Informastion System,4th ed, South Western Publishing Co.
Bodnar George H. And William S. Hopwood, Sistem Informasi Akuntansi, 9th ed Andi, Yogyakarta.