Selasa, 25 Desember 2012

BAB 5 “Implikasi Etis dari Teknologi Informasi”


PendahuluanSekarang terdapat perhatian yang lebih besar pada etika dalam pengguna komputer daripada sebelumnya. Masyarakat secara umum memberikan perhatian terutama karena kesadaran bahwa komputer dapat mengganggu hak privasi individu. Dalam dunia bisnis, salah satu alasan utama terhadap perhatian tersebut adalah pembajakan perangkat lunak yang menggerogoti pendapatan penjual perangkat lunak hingga miliaran dolar setahun.
            Pada bab ini akan dipelajari dampak sosial dari komputer dalam konteks etika-yaitu bagaimana komputer seharusnya digunakan untuk kebaikan masyarakat. Mula-Mula kita akan mendenfinisikan apa yang dimaksud dengan perilaku moral , etika dan hukum serta menjelaskan mengapa etika sangat penting dalam hal bisnis.
            Etika mempengaruhi bagaimana para spesialis informasi melaksanakan tugas mereka. Adalah tanggung jawab CIO untuk mencapai etika pada sistem yang dibuat dan pada orang-orang yang membuatnya.
                                                                                                                               Jadi bagaimana Anda mendisplinkan diri untuk menegakkan kenyakinan etika Anda? Bab ini ditutup dengan suatu daftar pertanyaan yang dapat Anda ajukan pada diri Anda sendiri setiap kali Anda dihadapkan pada situasi yang memberikesempatan bagi Anda untuk bertindak secra etis atau tidak etis.

Moral, Etika dan Hukum
Ketika kita menjalani hidup kita sehari-hari, kita diarahkan oleh banyak pengaruh. Sebagai warga masyarakat yang berkesadaran sosial, kita ingin melakukan apa yang benar secara moral, etika, dan menurut hukum.

Apakah yang dimaksud dengan Moral?

Moral adalah tadisi kepercayaan mengenai perilaku benar dan salah. Moral adalah intitusi sosial dengan suatu sejarah dan daftar peraturan. Kita mula pelajari peraturan-peraturan dari perilaku moral sejak anak-anak: ”Jangan menarik rambut saudarimu.“ “Selalu ucapkan ‘Terima kasih’.” Saat kita tumbuh dan matang secara fisik dan mental, kita mempelajari pertaturan-peraturan yang masyarakat harapkan untuk kita ikuti. Peraturan-peraturan tingkah laku ini adalah moral kita.

Apakah yang dimaksud dengan Etika?

Tindakan kita juga diarahkan oleh etika (ethics). Kata etika berakar dari bahasa Yunani ethos, yang berarti karakter. Etika adalah satu set kepercayaan, standar,atau pemikiran yang mengisisuatu individu, kelompok atau masyarakat. Semua individu bertanggung jawab kepada masyarakat atas perilaku mereka. Masyarakat dapat berupa suatu kota, negara, atau profesi.    Tidak seperti moral, etika dapat sangat berbeda dari satu masyarakat ke masyarakat lain.
Apakah yang dimaksud dengan Hukum?

Hukum adalah peraturan perilaku formal yang dipaksakan oleh otoritas berdaulat, seperti pemerintah, kepada rakyat atau warga negaranya. Hingga kini sangat sedikit hukum yang mengatur penggunaan komputer. Hal ini karena komputer merupakan penemuan baru dan sistem hukum kesulitan mengikutinya.                                        
            Peraturan komputer AS dimulai dengan Freedom of Information Act of 1966, yang memberikan hak bagi warga negara dan berbagai organisasi untuk memasuki data yang disimpan pemerintah federal dengan beberapa perkecualian. Pada tahun 1970-an terdapat penambahan UU, dalam bentuk Fair Credit Reporting Act of 1970, dan Right to Federal Privacy Act of 1978, yang membatasi pemerintah federal dalam memeriksa catatan-catatan bank. Tahun 1988 dibuat UU lain yang bertujuan untuk membatasi pemerintah federal, yaitu Computer Matching and Privacy Act of 1988, yang membatasi pemerintah federal dalam mencocokan file-file komputer u
ntuk menguji keabsahan program pemerintah atau mengidentifikasi peghutangan.                         Tahun 1984, Kongres AS memberikan gigi tambahan bagi peraturan komputer dengan menyetujui UU federal yang khusus diterapkan pada kejahatan komputer.

§  The Small Business Computer Security and Education Act menetapkan The Small Business Computer Security and Education Advisor Council, yang memberi saran kepada Kongres mengenai masalah-masalah yang berkaitan dengan kejahatan komputer terhadap usaha kecil. Dewan ini mengevaluasi efeksivitas UU pidana federal dan negara bagian dalam mencegah dan menuntut kejahatan komputer.

§  The Counterfeit Acces Device and Computer Fraud and AbuseActmenetapkan bahwa seseorang yang mendapatkan akses ke informasi yang berkaitan dengan pertahanan nasional dan hubungan luar negri tanpa otorisasi merupakan pelanggaran. UU ini juga menyatakan bahwa upaya mendapatkan akses tanpa otorisasi komputer yang dilindungi oleh Right to Financial Privacy Act atau Fair Credit Reporting Act,dan menyalahgunakan informasi yang terdapat dalam komputer pemerintah federal sebagai suatu pelanggaran.

     
            Bertahun-tahun sebelumnya, pemerintah federal telah menetapkan The Electronic Communications Privacy Act of 1968. Namun UU ini hanya mencakup komunikasi suara. Pada tahun 1986 UU ini direvisi sehingga mencakup komunikasi digital, data, dan video. UU tahun 1986 ini jug memiliki bagian khusus mengenai surat elektronik.
Perlunya Budaya Etika
Pendapat luas yang terdapat dalam bisnis adalah bahwa perusahaan mencerminkan kepribadian pemimpinnya.
                                                                                                                             Hubungan antara CEO dengan perusahaan merupakan dasar budaya etika. Jika perusahaan harus etis, maka manajemen puncak harus etis dalam semua tindakan dan kata-katanya. Manajemen puncak memimpin dengan memberi contoh. Perilaku ini adalah budaya etika.

Bagaimana Budaya Etika diterapkan

Tugas manajemen puncak adalah memastikanbahwa konsep etikanya menyebar diseluruh organisasi, melalui semua tingkatan dan menyentuh semua pegawai. Para eksekutif mencapai penerpan ini melalui metode tiga lapis, yaitu dalam bentuk corporate credo, program-program etika, dan kode etik khusus perusahaan.
Corporate Credo Corporate credo adalah pernyataan ringkasan mengenai nilai-nilai yang ditegagkan perusahaan. Tujuan credo ini adalah menginformasikan orang-orang dan organisasi-organisasi baik didalam maupun diluar perusahaan mengenai nilai-nilai etis perusahaan. Manajemen security pacific menyadari bahwa bisnis mereka dibangun atas komitmen, baik internal maupun eksternal.

Program EtikaProgram etika adalah suatu sistem yang terdiri dari berbagai aktivitas yang dirancang untuk mengarahkan pegawai dalam melaksanakan corporate credo.
Kode Etik Khusus Perusahaan Banyak perusahaan telah merancang kode etik perusahaan mereka sendiri. Kadang-kadang kode ini diadaptasi dari kode etik industri tertentu. Nantinyapada bab ini akan dipelajari kode etik untuk profesi sistem informasi.


Etika dan Jasa Informasi
Apakah Etika Komputer Itu?
James H.Moor, professor di Darmouth mendefinisikan etika komputer sebagai analisis mengenai sifat dan dampak sosial teknologi komputer, serta formulasi dan justifikasi kebijakan untuk menggunakan teknologi tersebut secara etis.
            Karena itu, etika komputer terdiri dari dua aktivitas utama, dan manajer yang paling bertanggung jawab atas aktivitas tersebut adalah CIO. CIO harus (1) waspada dan sadar bagaimana komputer mempengaruhi masyarakat, dan (2) karena itu harus berbuat sesuatu dengan memformulasikan kebijakan-kebijakan yang memastikan bahwa teknologi tersebut digunakan secara tepat.
            Namun ada satu hal yang sangat penting: bukan hanya CIO sendiriyang bertanggung jawab atas etika komputer. Para manajer puncak lain juga bertanggung jawab. Keterlibatan seluruh perusahan merupakan keharusan mutlak dalam dunia end-usercomputing saat ini, semua manajer disemua bidang bertanggung jawab atas penggunaan komputer yang etis di bidang mereka. Dan selain manajer, setiap pegawai bertanggung jawab atas aktivitas mereka yang berhubungan dengan komputer.

Alasan Pentingnya Etika Komputer
James Moor menyatakan ada tiga alasan utama atas minat masyarakat yang tinggi pada etika komputer. Ia menyebutalasan-alasan tersebut: kelenturan logis (logical malleability), faktor transformasi, dan faktor tak kasatmata (invisibility factor).
Kelenturan logis Yang dimaksud dengan kelenturan logis (logical malleability) oleh Moor adalah kemampuan memprogram komputer untuk melakukan apa pun yang kita inginkan.
Faktor TransformasiAlasan kepedulian pada etika komputer ini didasarkan pada fakta bahwa komputerdapat mengubah secara drastis cara kita melakukan sesuatu.
Faktor Tak Kasat MataAlasan ketiga minat masyarakat pada etika komputer adalah karena komputer dipandang sebagai kotakhitam. Semua operasi internal komputer tersembunyi dari penglihatan. Operasi internal yang tidak tampak ini membuka peluang pada nilai-nilai pemrograman yang tidak terlihatperhitungan rumit dan penyalahgunaan yang tidak terlihat.
§  Nilai-nilai pemrograman yang tidak terlihat adalah perintah-perintah yang dikodekan oleh programer menjadi program yang mungkin dapat atau tidak menghasilkan pemrosesan yang diinginkan pemakai. Selama penulisan program, programmer harus membuat serangkaian pertimbangan nilai seperti bagaimana program mencapai tujuannya. Ini bukan suatu tindakan jahat dari pihak programmer, tetapi lebih merupakan kurangnya pemahaman.
§  Perhitungan rumit yang tidak terlihat berbentuk program-program yang demikian rumit sehingga tidak dimengerti oleh pemakai. Manajer menggunakannya tanpa mengetahui sama sekali bagaimana program tersebut melaksanakan perhitungan.
§  Penyalahgunaan yang tidak terlihat meliputi tindakan yang sengaja melanggar batasan hukum dan etika. Semua tindakan kejahatan komputer termasuk kategori ini, demikian pula tindakan tidak etis sepeti mengganggu hak privasi individu, dan memata-matai.

Hak Sosial dan Komputer
Masyarakat memiliki hak-hak tertentu berkaitan dengan penggunaan komputer. Hak ini dapat dipandang dari segi komputer atau dari segi informasi yang dihasilkan komputer.

Hak atas Komputer

Komputer merupakan peralatan yang begitu penuh daya sehingga tidak dapat dipisahkan dari masyarakat. Deborah Johnson, profesor pada Rensselaer Polytechnic Institute, yakin bahwa masyarakat memiliki hak atas akses komputer, keahlian komputer, spesialis komputer, dan pengambilan keputusan komputer.

Hak atas Akses Komputer  Setiap orang tidak perlu memiliki sebuah komputer, seperti juga tidak setiap orang memilki mobil. Namun, pemilhan atau akses komputer merupakan kunci mencapai hak-hak tertentu lainnya.

Hak atas Keahlian KomputerPada awal pemunculan komputer, ada ketakutan yang luas dari para pekerja bahwa komputer mengakibatkan pemutusan hubungan kerja massal. Hal itu tidak terjadi. Kenyataannya, komputer telah menciptakan pekerjaan lebih banyak daripada  yang dihilangkannya. Tidak semua pekerjaan menggunakan komputer atau memerlukan pengetahuan komputer, tetapi banyak yang demikian. Dalam mempersiapkan pelajar untuk bekerja di masyarakat modern, pendidik sering menganggap pengetahuan tentang komputer sebagai suatu kebutuhan.

Hak atas Spesialis KomputerAdalah mustahil seseorang memperoleh semua pengetahuan dan keahlian komputer yang diperlukan. Karena itu kita harus memiliki akses ke para spesialis tersebut.

Hak atas Pengambilan Keputusan KomputerWalau masyarakat tidak banyak berpartisipasi dalam pengambilan keputusan mengenai bagaimana komputer digunakan, masyarakat memilki hak tersebut. Hal ini layak jika komputer dapat bedampak buruk bagi masyarakat. Hak-hak ini dicerminkan dalam UU komputer yang telah mengatur penggunaan komputer.                                               
            Dalam pandangan Johnson, tanggung jawab sosial atas penggunaan komputer yang etis dapat dicapai dengan memenuhi hak-hak masyarakat atas komputer sebagai suatu alat.

Hak atas Informasi
Klasifikasi hak asasi manusia dalam bidang komputer yang paling luas dipublikasikan adalah PAPA yang dibuat Richard O. Mason, seorang profesor di Southern Methodist University, menciptakan akronim PAPA untuk menggambarkan empat hak asasi masyarakat dalam hal informasi. PAPA merupakan singkatan dari privacy (privasi), accuracy (akurasi), property (kepemilikan), dan accesibility (aksesibilitas).

Kontrak Sosial Jasa Informasi

Mason yakin bahwa untuk memecahkan permasalahan etika komputer, jasa informasi harus masuk ke dalam suatu kontrak sosial yang memastikan bahwa komputer akan digunakan untuk kebaikan sosial. Jasa informasi membuat kontrak tersebut dengan individu dan kelompok yan menggunakan atau yang dipengaruhi oleh output informasinya. Kontrak ini tertulis tetapi tersirat dalam segala sesuatu yang dilakukan jasa informasi.

Kode Etik
Empat asosiasi profesional komputer AS telah membuat kode etik sebagai panduan bagi para anggotanya. Empat asosiasi terssebut adalah ACM (Association for Computing Machinery), DPMA (Data Processing Management Association), ICCP (Institute for Certification of Computer Professionals), dan ITAA (Information Technology Association of America).

Etika dan Spesialis Informasi
Banyak peneliti yang telah mempelajari kenyakinan etis para spesialis informasi. Sejumlah penelitian telah dilakukan baik pada spesialis informasi yang bekerja maupun pada mahasiswa sistem informasi. Penelitian ini biasanya menggunakan skenario pertentangan etika, yang merupakan penggambaran tindakan-tindakan tertentu yang harus dievaluasi oleh subyek sebagai etis atau tidak etis. Skenario ini karenanya memberikan cara mengukur keyakinan etis subyek tersebut.
Peserta Penelitian  Peserta lokakarya tahun 1987 terdiri dari dua puluh tujuh orang dari industri, pemerintah dan perguruan tinggi. Karena pengalaman praktis mereka, para peserta ini dianggap sebagai spesialis informasi.
Skenario Pertentangan Etika  Lokakaryatahun 1987 menggunakan 54 skenario; contohnya Seorang mahasiswa menggunakan jaringan komputer kampus sebagai pemakai sah.            Pengelola jasa informasi mengumumkan bahwa para mahasiswa akan diberi penghargaan jika mereka berhasil menerobos sistem komputer dari terminal mereka. Para mahasiswa didorong untuk melaporkan kelemahan yang mereka temukan. Hal ini menciptakan suasana permainan dan usaha menyerang sistem.                                                                                                                                Mahasiswa tersebut menemukan suatu cara untuk menerobos sistem dan melaporkannya kepada pengelola. Namun tidak ada yang dilakukan untuk memperbaiki kelemahan tersebut, dan mahasiswa itu terus menggunakan keunggulannya untuk menggunakan komputer lebih banyak dari waktu yang diijinkan. Ia menggunakan waktu ini untuk memainkan permainan komputer dan meneruskan serangannya untuk menemukan lebih banyak kelemahan.
Etika dan CIO Perilaku CIO dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Faktor-faktor tersebut ada dalam hirarki. Yang memberikan pengaruh terbesar adalah hukum, dikuti oleh budaya etika perusahaan dan kode etik profesional. Di bawah terdapat tekanan sosial yang dapat berasal dari orang atau kelompok di luar perusahaan, dan tekanan pribadi, yang mungkin berasal dari dalam perusahaan.
Rencana Tindakan untuk Mencapai Operasi Komputer yang Etis
Donn Parker dari SRI International menyarankan agar CIO mengikuti rencana sepuluh langkah dalam mengelompokkan perilaku dan menekankan standar etika dalam perusahaan.
1.      Formulasikan suatu kode perilaku.
2.      Tetapkan aturan prosedur yang berkaitan dengan masalah-masalah seperti penggunaan jasa komputer untuk pribadi dan hak milik atas program dan data komputer.
3.      Jelaskan sanksi yang akan diambil terhadap pelanggar-seperti teguran, penghentian, dan tuntutan.
4.      Kenali perilaku etis.
5.      Fokuskan perhatian pada etika melalui program-program seperti pelatihan dan bacaan yang diisyaratkan.
6.      Promosikan UU kejahatan komputer dengan memberikan informasi kepada para karyawan.
7.      Simpan catatan formal yang menetapkan pertanggungjawaban tiap spesialis informasi untuk semua tindakannya, dan kurangi godaan untuk melanggar dengan program-program seperti audit etika.
8.      Dorongan penggunaan program-program rehabilitasi yang memperlakukan pelanggar etika dengan cara yang sama seperti perusahaan memperdulikan pemulihan bagi alkoholik atau penylah guna obat bius.
9.      Dorong partisipasi dalam perkumpulan profesional.
10.  Berikan contoh.

Anda dapat melihat bahwa rencana tindakan Parker terkait erat dngan sebagian besar pokok-pokok yang telah kita bahas dalam bab ini.

Panduan Etika Pribadi
John Mcleod, ketua komite etika dari Society for Computer Simulation dan anggota lokakarya SRI 1987, membuat suatu daftar pertanyaan yang membantu menentukan apakah tindakan yang kita ambil etis. Isi daftat ini sebagai berikut:
1.      Apakah itu terhormat?
Apakah Anda ingin menyembunyikan tindakan itu dari seseorang?
2.      Apakah itu jujur?
Apakah itu melanggar suatu perjanjian, nyata atau tersirat, atau menghianati suatu kepercayaan?
3.      Apakah itu menghindari kemungkinan pertentangan kepentingan?
Adakah pertimbangan-pertimbangan lain yang mungkin membuat bias penilaian Anda?
4.      Apakah itu berada dalam wilayah kemampuan Anda?
Mungkinkah bahwa usaha terbaik Anda tidak memadai?
5.      Apakah itu adil?
Apakah itu merugikan kepentingan legitimasi pihak-pihak lain?
6.      Apakah itu dipertimbangkan?
Akankah itu melanggar kerahasian atau privasi, atau mungkin merugikan seseorang atau sesuatu?
7.      Apakah itu konservatif?
Apakah itu membuang waktu atau sumber daya lain yang berharga secara sia-sia?

Anda dapat menggunakan daftar ini sebagai panduan. Supaya tindakan Anda etis, jawaban Anda seharusnya “Ya.” Untuk tiap penjelasan tambahan pada pertanyaan, jawaban Anda seharusnya “Tidak”.

IkhtisarMoral, etika, dan hokum, semua mengatur perilaku kita. Moral memiliki sejarah dan ada dalam bentuk peraturan-peraturan. Etika, di lain pihak, terutama dipengaruhi oleh masyarakat kita dan dapat berbeda dari suatu masyarakat dengan masyarakat lainnya. Hukum ada dalam bentuk tertulis dan mewakili perilaku yang diharapkan oleh penguasa berdaulat.                                                         Selama tahun-tahun pertama era komputer tidak ada hukum yang khusus dirancang untuk menuntut kejahatan komputer. Sekarang keadaannya tidak demikian, tetapi perundang-undangan komputer masih bersifat tambal sulam. Sebagian besar UU ditunjukkan kepada pemerintah federal, tetapi UU tersebutmudah dilewati. Organisasi bisnis umumnya tidak dilindungi oleh UUkomputerdan hanya bergantung pada etika mereka sendiri dan lingkungan sekitar mereka.                      Para eksekutif menekankan budaya etis pada organisasi mereka dalam metode tiga lapis. Pertama, mereka menetapkan credo etika, kemudian mereka membuat program-program etika, dan akhirnya mereka menyesuaikan kode etik untuk perusahaan mereka sendiri.                                                Etika komputer mengharuskan CIO untuk waspada pada etika penggunaan komputer dan menempatkan kebijakan yang memastikan kepatuhan pada budaya etika. Manajer-manajer lain dan semua pegawai yang menggunakan komputer atau yang terpengaruh oleh komputer turut bergabung dengan CIO dalam tanggung jawab ini.                                                                                          Masyarakat mementingkan etika komputer karena tiga alasan dasar. Pertama, kelenturan logika komputer mengharuskan komputer dapat melakukan apa saja yang diprogramkan. Kedua, komputer mengubah cara hidup dan kerja kita. Ketiga, proses komputer tersembunyi dari penglihatan karena nilai-nilai pemrograman yang tidak terlihat, perhitungan kompleks yang tidak terlihat dan penyalahgunaan yang tidak terlihat.                                                                                            Masyarakat memiliki hak tertentu berkaitan dengan komputer. Masyarakat memiliki ha katas akses komputer, hak untuk memperoleh keahlian komputer, hak untuk menggunakan spesialis komputer, dan hak untuk mempengaruhi pengambilan keputusan komputer. Hak-hak sosial dapat pula dilihat dari segi informasi. Hak atas informasi tersebut dinyatakan dalam akronim PAPA (privacy, accuracy, property, accessibility). Bisnis dapat mengakui tanggung jawabnya atas etika pengunaan komputer dengan masuk kedalam kontrak sosial dengan para anggota masyarakat yang menggunakan output-nya atau dipengaruhi olehnya.                                         Empat perkumpulan profesional AS telah membuat kode etik. Walau kode-kode tersebut merupakan suatu langkah ke arah yang benar, masih perlu banyak perbaikan. Satu elemen penting yang hilang adalah kenyataan bahwa kode-kode tersebut tidak menguraikan prioritas tanggung jawab.                                                                                                                                            Cukup mengejutkan bahwa hanya ada sedikit penilitian yang bertujuan memahami keyakinan etika dari para spesialis informasi yang bekerja. Sebaliknya, sebagian besar perhatian diarahkan pada para pakar dan mahasiswa. Penilitian ini menunjukkan bahwa etika mahasiswa SIM kurang dibandingkan dengan para pakar, tetapi lebih baik daripada mahasiswa di bidangbisnis lain. Namun, mahasiswa SIM memerlukanpengarahanetikakhususketikabekerja.                                    Suatupenelitianatasspesilaisinformasi yang bekerjamenunjukkanperhatian yang tinggipada CIO sebagaiteladanetika.CIO dapatmenetapkan program-program etikadenganmengikutirencanatindakansepuluhlangkah.                                                                                             MenjadietisdalampraktekbisnisAndatidaklahmudah, tetapitujuhpertanyaandari John McLeod dapatmenjadipanduan yang baik.
ISTILAH-ISTILAH PENTING

etika komputer   
kelenturan logis (logical malleability)
nilai pemrograman yang tidak terlihat                                                                                      perhitungan rumit yang tidak terlihat                                                                                penyalahgunaan yang tidak terlihat                                                                                              skenario pertentangan etika



KONSEP-KONSEP PENTING

§  Bagaimana moral, etika, dan hukum terjalin menjadi bentangan perilaku yang diterima secara sosial
§  Suatu budaya etika terdiri dari credo perusahaan, program-progam etika, dan kode etik khusus perusahaan
§  Kontrak sosial
§  Gagasan bahwa perilaku etis dapat diarahkan dengan menjawab tujuh pertanyaan


§  Hak masyarakat yang berhubungan dengan  komputer dan informasi yang dihasilkan komputer

Dikutip dari buku karya Raymond McLeod, Jr “Sistem Informasi Manajemen”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar